Datuk Sir MYR Agung Sidayu,KRSS

Datuk Sir MYR Agung Sidayu,KRSS

The Royal Hashemite Sultanate of Sulu and Sabah
Cultural Ambassador to Indonesia and Timor Leste

Advertisements

1 Comment

  1. Hasil dan proses perundingan antara Pemerintah Philpina dengan MILF sudah sanagat mudah di tengarai, yakni bahwa hasil akhir dari perundingan tersebut adalah Pemerintahan saat ini tidaklah akan memberikan apa yang disebut oleh MILF sebagai Sub State, bukan saja disebabkan tidak adanya alasan konstitusional yang hanya memberikan otoritas untuk mendirikan kawasan otonomi, tetapi apa yang sedang dijadikan impian MILF ini sesungguhnya sudah di batalkan oleh Konstitusi Republik Philipina.

    Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bahwa apa yang mereka lakukan sekarang ini, antara Pemerintah Philipina dan MILF adalah sebuah upaya untuk melunakkan hati para pejuang MILF dan menghadapkan MILF dengan induk perkerakan awalnya MNLF. Jika Murad menerima usulan Pemerintah Philippina sebagai yang tertuang dalam wacana 3 in one tersebut, maka secara tidak langsung Pemerintah sudah berhasil mengeliminir MNLF atau sebaliknya MILF, dan hasilnya adalah melunaknya semangat berjuang tokoh tokoh Islam Mindanao.

    Menurut pendapat saya, untuk mendapatkan otonomi (ARMM) atau sub state yang sekarang ini diperjuangkan oleh MILF seharunya tidak perlu dilakukan perjuangan bersernjata yang memakan korban begitu banyak dan menghantui Ummat Islam Mindano itu sendiri. Yang benar adalah untuk perjuangan yang melelahkan itu targetnya adalah kemerdekaan. Pertanyaannya adalah jika kemerdekaan yang di targetkan, wilayah kekuasaan ummat Islam merdeka di selatan ini, tepatnya dimana?. Apakah di are ARMM?, sementara penduduk beragama Islam di Mindanao menyebar ke seluruh area yang ada?. Pertanyaan yang sama juga bisa diajukan untuk konspek Sub State.

    tetapi apa yang sesungguhnya di kehendaki oleh Ummat Islam di Mindanao?. Tentu saja mereka hanya menginginkan perdamaian abadi yang didsarkan pada kebersamaan, mereka sebagai warga negara Philipina di berlakukan secara adil dalam setiap aspekta kehidupan berbangsa dan bernegara, dimanapun mereka berada dalam kesatuan negara Philipina atau dalam naungan Otonomi, sub state dan apapun namanya. Jika tidak maka setiap waktu akan terus berlangsung peperangan dan perundingan tanpa hasil akhir yang bermanfaat, dan ini namanya perjuangan yang sia sia.

    Soluri terakhirnya adalah “kembali bersatu” antara MINLF dan MILF, lepaskan persaingan pribadi antar pimpinan dan ikut sertakan Ummat Islam didalam menentukan nasibnya secara aktif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s